Pemerhati perempuan dan anak asal Depok, Novi Anggriani. Foto: Istimewa

Trendingnasional – Depok, Rasa duka cita yang mendalam atas musibah kecelakaan pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, disampaikan pemerhati perempuan dan anak asal Depok, Novi Anggriani.

Novi menyampaikan keprihatinan yang mendalam serta doa tulus bagi seluruh korban dan keluarga yang ditinggalkan.

Ia berharap keluarga korban diberikan ketabahan, kekuatan iman, serta keikhlasan dalam menghadapi cobaan berat tersebut.

“Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya. Semoga keluarga korban diberi ketabahan, kekuatan, dan kesabaran dalam menghadapi musibah ini. Kehilangan ini tentu sangat berat, namun kami percaya keluarga tidak sendiri, doa dan dukungan masyarakat menyertai,” ujar Novi Rabu (20/1/2026).

Selain kepada keluarga korban, Novi Anggriani juga memberikan semangat dan apresiasi kepada seluruh tim pencarian dan pertolongan yang terus berjuang di tengah medan yang sulit.

“Kami memberikan dukungan moral kepada seluruh tim SAR dan relawan yang bekerja tanpa mengenal lelah. Tetap semangat, tetap jaga keselamatan, dan semoga setiap upaya yang dilakukan diberi kemudahan,” tambahnya.

Founder NADI Center yang menetap di Boston Amerika Serikat ini pun mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendoakan para korban, keluarga yang ditinggalkan

“Juga bagi seluruh petugas di lapangan agar selalu diberi kekuatan, kesehatan, dan perlindungan dalam menjalankan tugas kemanusiaan,” ujar Novi.

Novi menegaskan bahwa solidaritas dan empati dari berbagai pihak menjadi kekuatan penting untuk membantu keluarga korban melewati masa duka.

“Bagi tim SAR tetap semangat mengemban tugas mulia,” ucap Novi Anggriani.

Diketahui, Pesawat ATR 42-500 yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak pada Sabtu siang, 17 Januari 2026, sekitar pukul 13.17 WITA, manakala melintas di perbatasan Maros dan Pangkep, Sulawesi Selatan.

Pesawat terbang dari Yogyakarta menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, membawa total 10 penumpang terdiri dari tujuh kru serta tiga pekerja Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Pesawat milik Indonesia Air Transport ditemukan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) di Puncak Bukit Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, pada Minggu,18 Januari 2026.

Berdasarkan data manifes dari perusahaan penerbangan serta keterangan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, terdapat total 10 orang di dalam pesawat dengan registrasi PK-THT tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *