Portina Depok Kirim 5 Anggota Ikuti Pelatihan Instruktur, Wasit dan Juri Lisensi Nasional

Persatuan Pelestari Olahraga Tradisional Indonesia (Portina) Kota Depok mengirimkan lima anggota untuk mengikuti pelatihan penataran Instruktur, Wasit dan Juri, tingkat nasional, Berlisensi Nasional.

 

Kegiatan ini, digelar Portina Pusat tersebut di Aula Dipankara Universitas Budhi Dharma, jalan Imam Bonjol Kota Tangerang Banten, berlangsung selama dua hari Sabtu dan Mingguz

 

Ketua Portina Kota Depok, Irfan Januar mengatakan, pelatihan wasit dan juri olahraga tradisional guna memberi kesempatan untuk menambah pengetahuan dan wawasan di bidang perwasitan dan penjurian.

 

“Alhamdulillah, Portina Kota Depok hadir mengikuti pelatihan dengan mengirimkan lima orang, dua orang dari pengurus Portina dan tiga orang dari para guru SD, SMP dan SMA,” terangnya.

 

Irfan menuturkan, pelatihan ini penting untuk melestarikan olahraga tradisional, yang merupakan aset budaya bangsa.

 

Dalam pelatihan tersebut, para peserta dibekali materi kebijakan dan regulasi olahraga tradisional, materi penjurian engrang, terompah panjang, dagongan, sumpitan, tarik tambang, panahan tradisional, ketapel, dan hadang.

 

Menurutnya, materi yang disampaikan adalah peraturan pertandingan olahraga tradisional yang telah dibakukan secara nasional akan mewujudkan suasana kondusif dan pemahaman yang sama di masyarakat.

 

“Saya berharap dapat menumbuhkan dan memberikan semangat kepada masyarakat serta mendorong generasi muda untuk berperan aktif mengembangkan keberadaan olahraga tradisional khususnya yang ada di Kota Depok,” jelasnya.

 

Ia menuturkan, bahwa pelatihan ini menjadi tonggak penting bagi PORTINA Kota Depok dalam melahirkan individual wasit dan juri yang profesional, menciptakan wasit dan juri yang mempunyai kesamaan visi untuk memajukan olahraga tradisional.

 

  • “Semoga pelatihan wasit dan juri dapat meningkatkan kualitas pembinaan olahraga tradisional yang ada di Kota Depok, melestarikan dan mengembangkan olahraga tradisional agar tidak punah ditelan zaman, serta dapat disejajarkan dengan olahraga lainnya,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *