Pohon Mimpi Hadir di Tegalmaja, 80 Siswa Diajak Belajar Sambil Bermain

 

Trendingnasional.com – Serang, Puluhan siswa di Desa Tegalmaja, Kota Serang, diajak berani bermimpi sekaligus belajar melalui cara yang menyenangkan. Salah satunya lewat kegiatan **Pohon Mimpi**, ketika anak-anak menuliskan cita-cita mereka di kertas berbentuk apel dan menempelkannya pada sebuah pohon.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Pojok Tunas Maja PANGLIMAJA Salam UI, program Pengabdian kepada Masyarakat mahasiswa Universitas Indonesia (UI) yang digelar pada 7–11 Juli 2026 di Balai Desa Tegalmaja.

 

Sebanyak 80 siswa mengikuti rangkaian pembelajaran yang dikemas melalui empat aktivitas utama, yakni Pohon Mimpi, English Fun, Math Quest, dan Eco-Hero Starter.

 

Melalui Pohon Mimpi, siswa diajak mengenali cita-cita sekaligus memahami bahwa untuk meraihnya diperlukan keberanian, usaha dan kemauan untuk terus belajar.

 

Kegiatan dilanjutkan dengan Literasi Kreatif. Siswa menyusun paragraf dari kalimat yang diacak, kemudian menceritakannya di depan teman-teman. Pendampingan volunteer membantu siswa yang awalnya masih malu dan kesulitan tampil agar lebih percaya diri.

 

Suasana belajar juga dibuat lebih menyenangkan dalam sesi English Fun. Materi Greetings diperkenalkan melalui lagu, tepuk tangan dan gerakan bersama. Cara tersebut membuat siswa lebih berani menggunakan ungkapan bahasa Inggris dalam suasana yang santai.

 

Tak hanya belajar di dalam ruangan, siswa juga diajak mengenal pentingnya menjaga lingkungan melalui Eco-Hero Starter. Pesan tentang kebersihan disampaikan lewat pertunjukan wayang sederhana, kemudian dilanjutkan dengan aksi bersih-bersih atau operasi semut di sekitar Balai Desa Tegalmaja.

 

Di akhir kegiatan, siswa diminta menulis cerita singkat tentang desanya. Mereka diajak mengenali kelebihan dan kekurangan lingkungan sekitar serta memikirkan solusi atas persoalan yang ditemui sehari-hari.

 

Salah satu volunteer Pojok Tunas Maja, Sherina, mengapresiasi antusiasme para siswa selama kegiatan.

 

“Alhamdulillah, kegiatan Tunas Maja berlangsung dengan baik dan seru. Semoga anak-anak dapat lebih giat belajarnya. Saya terharu membaca kesan pesan dari anak-anak Tegal Maja,” ujarnya.

 

Selama lima hari, Pojok Tunas Maja menunjukkan bahwa belajar tidak harus selalu berlangsung di dalam kelas. Melalui cerita, lagu, permainan, karya dan kegiatan lingkungan, siswa diajak untuk **berani bermimpi, percaya diri menyampaikan gagasan, dan peduli terhadap lingkungan**.

 

Dari selembar kertas berbentuk apel yang ditempel di sebuah pohon, anak-anak Tegalmaja belajar bahwa masa depan dapat dimulai dari satu hal sederhana: berani bermimpi dan mau terus belajar.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *