Depok, Tradisi Kebo Andil kembali menjadi bagian dari rangkaian Lebaran Depok 2026. Bagi masyarakat Depok, tradisi ini bukan sekadar prosesi memotong kerbau menjelang hari raya, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan, perjuangan, dan toleransi yang diwariskan lintas generasi.
Wakil Ketua KOOD Berbudaya, Maksum, mengatakan Kebo Andil telah menjadi tradisi masyarakat Depok sejak era 1960-an dan hingga kini masih terus dilestarikan.
“Kebo Andil adalah satu tradisi di Depok dari sejak tahun 60-an. Ada acara namanya Motong Kebo Andil. Bukan Andil Kebo, tapi Kebo Andil,” ujarnya, Kamis (7/5/2026).
Menurut Maksum, kata “andil” memiliki arti urunan atau kontribusi bersama. Pada masa lalu, warga bergotong royong mengumpulkan uang sedikit demi sedikit untuk membeli seekor kerbau yang kemudian dipotong menjelang Lebaran.
“Karena kerbau itu mahal harganya. Orang kampung dulu biasanya makan daging cuma satu kali setahun saat Lebaran. Maka mereka nabung berbulan-bulan untuk membeli seekor kerbau,” katanya.
Ia menilai, tradisi tersebut mengajarkan bahwa setiap kebahagiaan dan kenikmatan membutuhkan proses serta perjuangan yang tidak singkat.
“Ini pembelajaran bahwa menikmati sesuatu perlu perjuangan dan waktu yang panjang,” tuturnya.
Tak hanya mengandung nilai kebersamaan, Kebo Andil juga menjadi simbol toleransi yang tumbuh di tengah masyarakat Betawi Depok. Pada masa lalu, warga memilih memotong kerbau dibanding sapi sebagai bentuk penghormatan kepada masyarakat nonmuslim yang tidak mengonsumsi daging sapi.
“Supaya menjunjung tinggi toleransi, orang Betawi tidak motong sapi di waktu Lebaran, tetapi motong kerbau. Ada nilai toleransi di situ,” jelasnya.
Maksum menyebut, ada tiga nilai utama yang terkandung dalam tradisi Kebo Andil, yakni perjuangan, kebersamaan, dan toleransi. Karena itu, pihaknya berkomitmen untuk terus menjaga dan melestarikan tradisi tersebut.
“Oleh karena itu kami bertekad, sepanjang kami masih hidup dan masih mampu, Kebo Andil tidak boleh ditinggalkan,” tegasnya.
Seiring berjalannya waktu, tradisi Kebo Andil terus berkembang. Jika sebelumnya hanya dilakukan dengan satu hingga dua ekor kerbau, pada tahun lalu jumlahnya meningkat menjadi tujuh ekor.
Rencananya, daging kerbau hasil Kebo Andil akan diolah oleh panitia dan disajikan secara bersama-sama pada puncak perayaan Lebaran Depok 2026 yang digelar pada 9 Mei mendatang.
Lebih dari sekadar tradisi kuliner, Kebo Andil menjadi pengingat bahwa semangat gotong royong dan toleransi merupakan identitas yang terus hidup di tengah masyarakat Depok hingga saat ini.
