Pejabat dan Warga Kompak Bersihkan Sungai Cikumpa, Antisipasi Banjir di GDC Depok

Trendingnasional.com – Depok, Sejumlah pejabat bersama masyarakat turun langsung membersihkan lingkungan perkantoran di kawasan Grand Depok City (GDC), Kota Depok, Jumat (28/8/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang diinisiasi Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Depok dengan melibatkan sekitar 10 stakeholder, OPD, dan organisasi masyarakat.

Salah satu lokasi yang menjadi sasaran pembersihan yakni Sungai Cikumpa, tepat di depan Gedung DPRD Kota Depok. Pembersihan dilakukan untuk mengantisipasi penyumbatan aliran air yang berpotensi memicu genangan saat musim hujan.

Kepala Kejari Kota Depok, Arif Budiman, mengatakan persoalan kebersihan lingkungan tidak bisa hanya dibebankan kepada petugas kebersihan. Menurutnya, diperlukan kolaborasi berbagai pihak untuk menjaga lingkungan.

“Hari ini kita melaksanakan kegiatan kerja bakti, bersih-bersih di lingkungan GDC. Jadi di sini ada sekitar 10 stakeholder. Kita bersinergi, berkomitmen buat sama-sama melakukan bersih-bersih,” ujar Arif.

Ia menyebut kawasan tersebut kerap terdampak luapan Sungai Cikumpa ketika hujan deras. Karena itu, momentum musim kemarau dimanfaatkan untuk membersihkan aliran sungai dari sampah dan material yang berpotensi menghambat arus air.

“Kalau musim hujan, airnya itu naik ke jalan, bahkan ke beberapa gedung juga airnya naik. Jadi kita antisipasi. Mumpung masih musim panas, kita melakukan bersih-bersih,” katanya.

Selain membersihkan sungai, Arif menyoroti masih adanya kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan, terutama di pinggir jalan.

Menurutnya, perilaku tersebut sebenarnya dapat dikenai sanksi berdasarkan peraturan daerah melalui mekanisme tindak pidana ringan (Tipiring). Namun, pemerintah saat ini masih mengedepankan pendekatan persuasif.

“Sebetulnya ada aturan Perdanya. Tapi dari Pemerintah Kota Depok lebih persuasif dulu, sementara mengimbau warga supaya enggak buang sampah sembarangan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Reni Siti Nuraeni, berharap kegiatan bersih-bersih dapat dilakukan secara rutin dan melibatkan masyarakat secara langsung.

Menurut Reni, Pemkot Depok telah menjalankan agenda Depok ASRI setiap Selasa dan Jumat. Pada Selasa, kegiatan difokuskan pada kebersihan lingkungan perkantoran, sedangkan Jumat diisi pembinaan wilayah binaan serta operasi bersih-bersih.

“Kalau di Kota Depok sendiri, kita ada dua hari buat kegiatan Depok ASRI. Yang pertama hari Selasa,” kata Reni.

Ia menjelaskan, setiap OPD juga memiliki kewajiban melakukan pembinaan terhadap dua wilayah kelurahan.

Di sisi lain, pemerintah secara bertahap akan memberikan tindakan terhadap warga yang tetap membuang sampah sembarangan. Tahapannya dimulai dari teguran hingga sanksi lebih tegas jika pelanggaran terus dilakukan.

“Tindakan tegasnya, pertama pasti kita tegur. Tegurannya juga bertahap, satu, dua, tiga. Kalau mereka enggak mengindahkan teguran kami, nanti ada sanksi yang lebih keras lagi,” ujarnya.

Reni menegaskan, sanksi bukan menjadi pilihan utama. Pemerintah lebih berharap kesadaran menjaga kebersihan tumbuh dari masyarakat sendiri.

Ia juga mengajak warga melaporkan aktivitas pembuangan sampah sembarangan kepada DLHK, Satpol PP, maupun pihak kelurahan.

“Kalau ada warga yang ketahuan buang sampah, ambil KTP-nya, serahkan ke kami. Nanti kami akan melakukan tindakan pidana itu tadi, Tipiring,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *