DEPOK – Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian ekosistem Sungai Ciliwung. Menurutnya, keberadaan sungai memiliki peran penting sebagai sumber kehidupan yang harus dilindungi secara berkelanjutan.
Ajakan tersebut disampaikan Chandra saat menghadiri peringatan Hari Sungai Sedunia 2026 bertema “No Forest, No Rivers, No Water, No Life” di kawasan Sungai Ciliwung, Kota Depok, Minggu (27/09/2026).
Chandra mengatakan, tema yang diangkat bukan sekadar slogan, melainkan pesan penting mengenai keterkaitan hutan, sungai, air, dan keberlangsungan kehidupan manusia.
“Ini bukan sembarang tema, tetapi ini adalah pesan untuk kita semua. Kita menyadari betapa pentingnya air di dunia ini. Tanpa ada air, tidak akan ada kehidupan. Dan seluruh peradaban besar dunia itu lahirnya di tepi sungai ataupun tepi sekitar sumber air,” kata Chandra.
Ia menuturkan, peringatan Hari Sungai Sedunia harus menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekaligus mendorong terwujudnya Kota Depok yang berkelanjutan.
Namun, saat menyusuri aliran Sungai Ciliwung, Chandra masih menemukan sejumlah persoalan lingkungan yang perlu mendapat perhatian bersama. Di antaranya aktivitas pembakaran sampah dan keberadaan kandang hewan di bantaran sungai.
“Ke depan, tadi saya menyusuri sungai, kita lihat masih ada yang membakar sampah, masih ada juga kandang hewan di pinggir sungai, itu juga tadi menjadi atensi dari Bapak Wamen. Saya berharap ini menjadi concern kita bersama,” ujarnya.
Menurut Chandra, upaya menjaga kelestarian sungai tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Keterlibatan komunitas, akademisi, dunia usaha, hingga masyarakat sangat diperlukan agar upaya pelestarian lingkungan berjalan secara berkelanjutan.
“Karena tanggung jawab terhadap lingkungan bukan hanya tanggung jawab Kementerian Lingkungan Hidup, bukan hanya tanggung jawab kementerian, bukan hanya tanggung jawab Dinas Lingkungan Hidup Kota Depok, tetapi tanggung jawab kita bersama,” tuturnya.
Selain menjaga kebersihan sungai, Chandra juga menekankan pentingnya edukasi lingkungan kepada masyarakat. Menurutnya, kegiatan yang melibatkan komunitas dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan kesadaran sejak dini, termasuk bagi kalangan pelajar dan keluarga.
“Di samping itu, juga edukasi. Kegiatan ini juga saya memaknai adalah bagian dari edukasi. Edukasi yang menyasar langsung ke akar rumput juga harus terus kita jalankan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pemulihan ekosistem Ciliwung membutuhkan kerja sama lintas sektor. Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus bergerak bersama untuk mengatasi berbagai persoalan lingkungan di sepanjang aliran sungai.
“Pemulihan ekosistem Ciliwung tidak bisa dikerjakan sendirian oleh pemerintah. Sinergi lintas sektor seperti yang kita saksikan hari ini adalah kunci utamanya,” ungkap Chandra.
Ia pun berharap peringatan Hari Sungai Sedunia dapat menjadi awal untuk membangun budaya masyarakat yang lebih peduli terhadap lingkungan, menjaga kelancaran aliran sungai menjelang musim penghujan, serta melestarikan ekosistem perairan bagi generasi mendatang.
“Mari kita jadikan momentum ini untuk membangun budaya baru yang lebih ramah lingkungan, memastikan aliran air lancar menyongsong musim penghujan, dan mewariskan ekosistem perairan yang sehat bagi generasi anak cucu kita,” pungkasnya.
